Manajemen Resiko
Pengertian Manajemen Risiko Menurut Para Ahli
Menurut Milton C Regan dalam bukunya “Risky
Business”, pengertian manajemen risiko adalah penerapan beragam kebijakan dan
prosedur untuk meminimalisasi peristiwa yang menurunkan kapasitas dan kualitas
kerja perusahaan.
Menurut Noshworthy, pengertian manajemen risiko
adalah usaha mengurangi risiko dalam proses pelaksanaan teknis dan pengambilan
keputusan bisnis.
Fahmi (2010) Menurut Fahmi manajemen risiko adalah satu disiplin ilmu yang mempelajari tentang tindakan-tindakan organisasi dalam mengatasi masalah berbasis manajemen yang sistematis dan menyeluruh.
Menurut
Djojosoedarso,
Manajemen risiko adalah penerapan fungsi manajemen dalam manajemen risiko,
terutama risiko yang dihadapi oleh organisasi/perusahaan, keluarga dan
masyarakat. Ini termasuk kegiatan dalam perencanaan, pengorganisasian,
penyusunan, memimpin/mengoordinasi, dan mengawasi (termasuk mengevaluasi)
program manajemen risiko.
Menurut
Tampubolon, Manajemen risiko adalah proses yang
diarahkan dan proaktif yang bertujuan untuk mengakomodasi kemungkinan kegagalan
dalam satu atau bagian dari suatu transaksi atau instrumen.
Siahaan
(2007), Pengertian Manajemen Risiko Menurut Siahaan adalah perbuatan (praktik)
dengan manajemen risiko, menggunakan metode dan peralatan untuk mengelola
risiko sebuah proyek.
Pengertian
Manajemen Risiko Menurut William et.al adalah suatu aplikasi dari manajemen
umum yang mencoba untuk mengidentifikasi, mengukur dan menangani sebab dan
akibat dari ketidakpastian pada sebuah organisasi.
Smith
(1990), Pengertian Manajemen Risiko Menurut Smith adalah proses identifikasi,
pengukuran, dan kontrol keuangan dari sebuah risiko yang mengancam aset dan
penghasilan dari sebuah perusahaan atau proyek yang dapat menimbulkan kerusakan
atau kerugian pada perusahaan tersebut.
Clough
dan Sears (1994), Pengertian Manajemen Risiko Menurut Clough dan Sears adalah
suatu pendekatan yang komprehensif untuk menangani semua kejadian yang
menimbulkan kerugian.
Djohanputro
(2008), Pengertian Manajemen Risiko Menurut Djohanputro adalah proses
terstruktur dan sistematis dalam mengidentifikasi, mengukur, memetakan,
mengembangkan alternatif penanganan risiko, dan memonitor dan mengendalikan
penanganan risiko.
Sederhananya, dapat kita simpulkan bahwa manajemen
risiko adalah sebuah proses dimana perlu adanya Pengawasan ,
Pengelolaan, dan Pengambilan keputusan guna menghindari dan mengidentifikasi
resiko yang bisa terjadi pada sebuah perusahaan atau organisasi, seperti
Kerugian, Penyelewengan dan banyak Faktor lainnya.
Tujuan Manajemen Risiko
Adapun tujuan manajemen risiko adalah antara
lain:
- Melacak
Sumber-Sumber Risiko
Poin pertama tujuan manajemen risiko
adalah guna melakukan mitigasi atau pelacakan sumber-sumber yang berpotensi
mengancam produktivitas dan keamanan bisnis. Proses pelacakan ini dapat
dilakukan dengan riset dan analisa prosedural dari setiap aktivitas perusahaan,
mulai dari proses produksi hingga pengelolaan aset.
- Menyediakan
Informasi Risiko Bagi Perusahaan
Tujuan manajemen risiko yang berikutnya
adalah menyediakan informasi tentang sumber-sumber potensi risiko di
perusahaan. Setelah melakukan analisa, seorang manajer risiko perlu menyusun
laporan risiko berdasarkan data dari proses mitigasi.
- Minimalisasi
Kerugian Akibat Terjadinya Risiko
Setelah risiko ditemukan dan dianalisa,
maka pihak-pihak yang terkait dengan risiko perlu melakukan upaya agar risiko
tidak sampai terjadi dan mengancam keberlangsungan bisnis. Dalam hal ini,
manajer risiko bisa membantu para pihak terlibat menemukan solusi penanganan
risiko, seperti melenyapkan potensi, meminimalisasi, atau mentransfer risiko ke
pihak lain.
- Memberikan
Rasa Aman Bagi Stakeholder
Tujuan manajemen risiko perusahaan
adalah agar stakeholder merasa aman dan
percaya dengan integritas bisnis. Stakeholder di
sini bukan sebatas investor saja, tapi juga pekerja, supplier, asuransi, dan pihak-pihak lain yang
berkepentingan dengan perusahaan.
- Menjaga
Stabilitas dan Pertumbuhan Perusahaan
Terakhir, tujuan manajemen risiko
adalah agar perusahaan bisa berkembang dengan stabil sesuai target bisnisnya.
Dengan adanya proses manajemen risiko, perusahaan bisa melakukan penanganan
lebih cepat terhadap sumber-sumber yang mengancam pertumbuhan usah
Manfaat Manajemen Risiko Perusahaan
Meski punya tahapan panjang dan berkelanjutan,
faktanya proses manajemen risiko adalah salah satu komponen pengelolaan bisnis
terpenting yang bisa melindungi perusahaan Anda dari banyak masalah.
Selengkapnya tentang manfaat manajemen risiko adalah sebagai berikut:
- Membantu
Perusahaan Mencapai Visi Misi
Manfaat manajemen risiko perusahaan
yang pertama adalah membantu perusahaan mencapai visi, misi, dan tujuan
bisnisnya. Tanpa proses manajemen risiko perusahaan yang benar, Anda akan
kesulitan atau bahkan gagal mewujudkan visi misi.
- Mencegah
Perusahaan Mengalami Kolaps
Poin kedua manfaat manajemen risiko
adalah mencegah bisnis mengalami kolaps. Ada banyak faktor yang bisa
mengakibatkan bisnis Anda bangkrut, mulai dari faktor pengelolaan finansial
sampai fraud oleh manusia. Proses manajemen risiko adalah
salah satu solusi terampuh guna menghindari kebangkrutan, terutama dari segi
keuangan.
- Meningkatkan
Keuntungan Perusahaan
Selain untuk meminimalisasi ancaman,
proses manajemen risiko juga bisa dimanfaatkan guna meningkatkan profitabilitas
bisnis lho! Dengan adanya manajemen risiko perusahaan, Anda bisa menganalisa
pengelolaan sumber daya yang sekiranya kurang efisien/efektif.
- Menjaga
Kepercayaan Stakeholder
Manfaat manajemen risiko perusahaan
yang terakhir adalah agar stakeholder terus
mempercayai Anda, sehingga reputasi bisnis Anda juga akan tetap terjaga. Jika
perusahaan Anda terbukti punya nama baik di mata stakeholder, akan lebih banyak
lagi stakeholder datang pada Anda untuk memulai
kerjasama.



0 Comments:
Post a Comment